Rabu, 17 April 2013

Poetry: Jangan Coba...



Pulanglah!
Aku tak mau melihatmu lagi di sini
Jangan bicara sepatah pun
Karna itu pasti menyakitkan
Pandangi saja aku menangis dari tempatmu
Jangan coba-coba menenangkanku
Biarkan aku terisak
Sampai akhirnya aku merasa lega...
Dan tersenyum padamu sambil berkata,  ‘’kita selesai.”

Poetry: Kesukaanku


Aku berusaha keras memegang  pena ini
Dahiku mengkerut seperti hampir berdarah
Aku terlalu keras berpikir
Kertas ini belum kutintai sedikitpun
Namun ujung pena ini masih tetap pada posisinya
Ya, aku belum menuliskan satu kata pun
Begitu gelisah, cemas..
Mereka bilang tulis apa saja yg sedang kau pikirkanmu!
Aku semakin bingung..
Setelah lama aku memeganginya dan memandangi kertas putih bersih ini, akhirnya aku menulis sesuatu.
Kau tahu?
Aku menulis namamu!
Kau lah kesukaan itu dan yang selalu ada di pikiranku..





5 tahun


Tau ga sih teman-teman, saat-saat seperti inilah saat yg terbaik bagiku untuk memulai merenung. Di sore yg mendung dgn gemuruh-gemuruhnya. Dia membawaku jauh terbang, ehmmm.. walau aku duduk terdiam di sini, namun jiwa dan pikiranku dibawanya melayang entah kemana.
Aku teringat 5 tahun yg lalu ketika aku memimpikan akan jadi apa aku 5 tahun mendatang, aku mau apa yg ku inginkan tercapi dalam waktu itu..ingin jadi ini itu, semua sesuai seperti apa yg ku dambakan. Mimpi itu sungguh mulia dan indah, tapi sekarang kemana itu semua? aku malu mengatakannya pada semua yg ada di sekitarku sekarang ini, sampai saat ini  aku belum bisa mewujudkannya. Apakah target waktu yg kurang ataukah aku yg terlalu memaksakan diri? Entah lah ... menurut klen cemana? :p
Dari pada keningku terus mengerut mengingat-ingat apa yg salah, lebih baik aku mendengarkan koleksi musik akustikku. Mungkin setelah ini aku bisa berpikir keras lagi. Dan memikirkan akan jadi apa aku 5 tahun lagi. J