Rabu, 17 April 2013

Poetry: Kesukaanku


Aku berusaha keras memegang  pena ini
Dahiku mengkerut seperti hampir berdarah
Aku terlalu keras berpikir
Kertas ini belum kutintai sedikitpun
Namun ujung pena ini masih tetap pada posisinya
Ya, aku belum menuliskan satu kata pun
Begitu gelisah, cemas..
Mereka bilang tulis apa saja yg sedang kau pikirkanmu!
Aku semakin bingung..
Setelah lama aku memeganginya dan memandangi kertas putih bersih ini, akhirnya aku menulis sesuatu.
Kau tahu?
Aku menulis namamu!
Kau lah kesukaan itu dan yang selalu ada di pikiranku..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar